Oleh: Yohanes Fabiyola Halan
Kegiatan workshop “Level Up Auditing Expertise with ATLAS for Future-Ready Insights!” merupakan inisiatif penting yang dirancang untuk memperkenalkan aplikasi Audit Tools and Linked Archived System (ATLAS) kepada mahasiswa akuntansi. workshop ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Hibah PP-PTS Prodi Akuntansi 2025 UKDC, yang bertujuan untuk memperkaya pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam audit. Latar belakang hadirnya ATLAS sendiri adalah sebagai respons terhadap kewajiban auditor untuk menerapkan audit berbasis risiko sesuai International Standards on Auditing (ISA). Aplikasi ini dikembangkan oleh Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (P2PK) & Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) untuk mengatasi kelemahan pemahaman implementasi audit berbasis risiko dan menyediakan sarana audit yang efektif sesuai standar. Dengan demikian, tujuan utama kegiatan ini adalah membekali calon auditor dengan alat bantu modern yang krusial dalam praktik audit kontemporer. Kegiatan workshop ini disampaikan oleh bapak Drs. Agustinus Hartono Prasetyo, Ak, BKP, CA, CPA, CPSAK, SH. Beliau adalah Partner di KAP Budi & Azhari dengan berbagai gelar dan sertifikasi di bidang akuntansi, perpajakan, hukum, dan audit.
Materi yang diulas dalam workshop ini berpusat pada siklus audit yang komprehensif sesuai metodologi ATLAS, yang secara sistematis memandu auditor dari tahap pra-perikatan hingga penerbitan laporan. Siklus dimulai dengan fase Pra-Perikatan, yang mencakup analisis penerimaan dan keberlanjutan hubungan dengan klien, pernyataan independensi, surat tugas, surat perikatan, hingga alokasi jam jasa dan perencanaan lainnya. Tahap awal ini juga melibatkan komunikasi tim perikatan dan penetapan materialitas awal serta prosedur analitis awal. Selanjutnya, fase Penilaian Risiko menjadi inti penting, di mana pemahaman entitas dan lingkungannya dikembangkan. Penilaian ini mencakup identifikasi risiko inheren (Inherent Risk) dan risiko pengendalian (Control Risk) atau pengujian pengendalian, yang pada akhirnya mengarah pada penilaian risiko salah saji material. Komunikasi dengan TCWG (Those Charged With Governance) juga dilakukan pada tahap ini. Setelah risiko dinilai, auditor memasuki fase Respons Risiko (Risk Response) yang mendalam. Tahap ini mencakup berbagai prosedur substantif yang krusial, seperti evaluasi estimasi akuntansi, transaksi dengan pihak berelasi, komitmen dan kontinjensi, peristiwa kemudian, kelangsungan usaha, serta identifikasi salah saji. Respons risiko juga melibatkan penggunaan representasi manajemen dan pertimbangan terhadap pakar, baik dari manajemen maupun auditor. Worksheets digunakan untuk mendokumentasikan prosedur substantif ini. Siklus audit diakhiri dengan fase Audit Final. Pada tahap ini, auditor melakukan penilaian materialitas final, prosedur analitis final, dan komunikasi lanjutan dengan TCWG. Reviu pengungkapan laporan keuangan dan reviu informasi lain (LAI) juga menjadi bagian penting. Seluruh temuan diringkas dalam Audit Final Memorandum, diikuti dengan penelaahan mutu (Quality Review) dan evaluasi bukti audit. Puncak dari seluruh proses ini adalah penyusunan Laporan Auditor Independen.
Aplikasi ATLAS membawa manfaat signifikan bagi praktisi audit. Pertama, aplikasi secara langsung membantu auditor dalam memahami dan menerapkan standar auditing berbasis risiko yang diwajibkan oleh ISA. Kedua, ATLAS menjadi solusi efektif untuk mengatasi kelemahan pemahaman yang sering terjadi terkait pelaksanaan audit berbasis risiko, menyediakan sarana yang konsisten dengan standar audit. Ketiga, ATLAS memfasilitasi pelaksanaan prosedur audit dan pendokumentasian hasilnya secara esensial sebagai dasar pemberian opini. Bagi mahasiswa peserta workshop, kegiatan ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan gambaran praktis tentang bagaimana audit modern dijalankan sekaligus mempersiapkan mereka dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi dunia kerja.
Workshop “Level Up Auditing Expertise with ATLAS for Future-Ready Insights!” adalah langkah proaktif yang sangat relevan dalam membekali generasi auditor mendatang. ATLAS tidak hanya sekadar perangkat lunak, melainkan sebuah kerangka kerja yang sistematis untuk menerapkan audit berbasis risiko secara efektif dan efisien. Dengan memahami setiap tahapan dalam siklus audit ATLAS, dari pra-perikatan hingga pelaporan akhir, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang kokoh tentang bagaimana merencanakan, melaksanakan, dan melaporkan audit sesuai standar internasional. Meskipun tantangan dalam memahami seluk-beluk audit berbasis risiko akan selalu ada, aplikasi ATLAS berfungsi sebagai jembatan yang kuat untuk mempercepat kurva pembelajaran dan meningkatkan kualitas audit secara keseluruhan. Inisiatif semacam ini adalah kunci untuk menciptakan profesional audit yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga siap menghadapi kompleksitas dunia audit modern.
